Kabar Berita Terkini BPJS Naik Per 1 Juli 2020
Kabar Berita Terkini BPJS Naik Per 1 Juli 2020

Kabar Berita Terkini BPJS Naik Per 1 Juli 2020, Begini Penjelasannya

Posted on

Kabar Berita Terkini BPJS Naik Per 1 Juli 2020, Begini Penjelasannya – Dalam penetapan kenaikan tarif iuran BPJS, terdapat tiga skema iuran yang yang masuk ke dalam proses sepanjang 2020 hingga dapat ditetapkan pekan lalu oleh presiden Joko Widodo.

Kabar Berita Terkini BPJS Naik Per 1 Juli 2020

Berbagai media menyampaikan informasi berita terkini bahwa pengajuan dan hukum Perpres tersebut dibatalkan oleh mahkamah agung, yang membuat besaran iuran peserta mandiri dari BPJS kesehatan untuk April Mei dan Juni masih menggunakan aturan awal yang telah ditetapkan yaitu dengan hukum Perpres 82/2018. Dimana besaran iuran untuk peserta mandiri kelas 1 sebesar 80.000 rupiah,  kelas 2 51.000 rupiah, dan kelas 3 25.500 rupiah.

Hingga akhirnya, Perpres nomor 64 tahun 2020 ditetapkan oleh presiden Joko Widodo pada pekan lalu dan kenaikan ditetapkan pada Juli 2020 hingga seterusnya dengan tarif kelas 1 sebesar Rp. 150.000, kelas 2 sebesar Rp. 100.000, dan kelas 3 sebesar Rp. 42.000.

Akan tetapi meskipun demikian, pada dasarnya peserta mandiri kelas 3 masih membayar dengan jumlah rp25.500 seperti sebelumnya hingga bulan Desember 2020. Dan setelahnya, peserta mandiri kelas 3 akan membayar hanya rp35.000. Hal ini karena selisih nya akan ditanggung oleh pemerintah dengan menggunakan APBN.

Dari kabar berita terkini yang menyebutkan bahwa berdasarkan pasal 34 Perpres 64/2020, menyebutkan bahwa peserta mandiri masih dapat kemungkinan untuk memperoleh keringanan lanjutan apabila dari pemerintah daerah maupun provinsi ataupun kabupaten kota memberikan subsidi tambahan.

Didasarkan dari hal di atas, terdapat lima poin penting dari kenaikan iuran BPJS kesehatan dengan di bawah payung hukum Perpres nomor 64 tahun 2020 yaitu sebagai berikut.

  1. Besaran Iuran

Informasi kabar terbaru besaran iuran Per 1 Juli 2020 rincian perubahan tarif iuran BPJS kesehatan untuk PBPU dan peserta bukan pekerja dari Januari 2020 hingga 2021.

READ  Begini Cara Gampang Cek Kepesertaan BPJSB Ketenagakerjaan

– Januari hingga Maret 2020 (Perpres 75/2020) : kelas 1 160.000 rupiah, kelas 2 sebesar 110.000 rupiah , dan kelas 3 42.000 rupiah.

– April hingga Juni 2020 (Perpres 82/2018) :kelas 1 80.000 rupiah, kelas 2 sebesar 51.000 rupiah , dan kelas 3 25.500 rupiah.

– Juli hingga Desember 2020 (Perpres 64/2020) :  kelas 1 sebesar Rp. 150.000, kelas 2 sebesar Rp. 100.000, dan kelas 3 sebesar Rp. 25.500 (subsidi pemerintah Rp 16.500).

– Iuran peserta PBI (pasal 29) : Rp. 42.000/orang per bulan (dibayarkam pemerintah pusat)

– Iuran Bayi Baru Lahir : dibayarkan pihak lain atas nama peserta saat mendaftar paling lama 28 hari.

  1. Besaran denda

– Tunggakan paling lama adalah dua belas bulan.

– Denda terbesar adalah  30.000.000 rupiah.

– Untuk 2020 denda di bebankan hanya 2,5% dengan ketentuan yang sama.

  1. Peserta atau Pemberi Kerja Jika Tidak Membayar Iuran

Berdasarkan berita terbaru, menunggak hingga akhir bulan berjalan, akan diberhentikan sementara sejak tanggal 1 pada bulan berikutnya. Dan akan aktif kembali apabila telah membayar tunggakan dan dengan syarat-syarat selanjutnya.

  1. Pertimbangan Kenaikan Tarif Iuran

Kenaikan tarif akan ditinjau paling lama 2 tahun sekali dengan standar praktik yang lazim dan berlaku umum dengan memperhitungkan sejumlah faktor, dan usulan ketua dewan jaminan sosial nasional kepada presiden dengan tembusan kepada menteri penyelenggara urusan pemerintah dalam bidang keuangan.

  1. Jika Peserta Tinggal di Luar Negeri

Sekurang-kurangnya selama 6 bulan berturut-turut maka akan dihentikan kepesertaannya sementara kecuali peserta PPU yang mendapatkan gaji atau upah dari Indonesia. Dan akan dapat diaktifkan kembali setelah peserta kembali dan melapor ke BPJS kesehatan dengan pembayaran tunggakan.

Penutup

Itulah kabar berita terkini terkait kenaikan tarif iuran BPJS kesehatan yang mungkin dapat menjadi informasi bagi Anda. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *