Kabar Terbaru Mengenal Lebih Dekat BPJS Kesehatan
Kabar Terbaru Mengenal Lebih Dekat BPJS Kesehatan

Kabar Terbaru Mengenal Lebih Dekat BPJS Kesehatan

Posted on

Kabar Terbaru Mengenal Lebih Dekat BPJS kesehatan. Belakangan BPJS banyak di perbincangkan karena menaikkan biaya operasionalnya dan peleburan kelas. Padahal jenjang kelas telah diterapkan sejak lama. Namun, wacana untuk melakukan peleburan kelas menjadi satu kelas tunggal sempat santer terdengar di akhir bulan Juni 2020 lalu.

Kabar Terbaru Mengenal Lebih Dekat BPJS kesehatan

Selain peleburan kelas. Naiknya biaya operasional BPJS juga membuat resah banyak orang. Sebab menurut informasi berita hari ini, kenaikan tetap dilakukan walaupun pandemi corona tengah mewabah di Indonesia. Apabila Anda ingin mengenal instansi BPJS dengan lebih lengkap dan dekat. Berikut urain mengenai informasi dan update terbaru mengenai kabarnya saat ini.

Terbentuknya BPJS

Jaminan untuk pemeliharaan kesehatan, sebenarnya sudah mulai terbentuk di Indonesia sejak masa kolonial Belanda. Instansi tersebut tetap berdiri sampai kemerdekan Indonesia, yang kemudian berubah untuk melayani kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan. Pada awalnya target BPJS Kesehatan adalah pegawai negeri sipil, berikut dengan keluarga terdekatnya.

Perjalanan BPJS sebagai instansi resmi yang di legalkan oleh negara dimulai pada tahun 1968. Dimana pemerintah membentuk Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan. Bertugas untuk mengelola jaminan dan pemeliharaan kesehatan untuk pegawai negara dan pensiunannya, beserta anggota keluarga.

Berlanjut pada tahun 1984, BPJS kemudian berubah menjadi BUMN, dengan nama Perum Husada Bhakti, atau lebih  dikenal sebagai PHB. Tugas PHB masih sam dengan sebelumnya, namun kini mereka juga menjamin kesehatn bagi PNS, pensiunan PNS, pahlawan perintis kemerdekaan, serta para veteran, berikut dengan keluarga masing-masing. Di tahun 1992, PHB kemudian berubah menjadi PT Askes dan mendapatkan kepercayaan untuk mengelola kesehatan masyarakat.

Informasi kabar hari ini, BPJS kemudian terbentuk setelah peralihan dari Perseroan Terbatas Askes. Hal tersebut berdasarkan Undang – Undang Tahun 2011 nomor 24, yang menyatakan bahwa Badang Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS, menunjuk PT Askes sebagai penyelenggara dan pengelola jaminan sosial, khusunya di bidang kesehatan.

READ  Mau Baca Berita Nasional Hari Ini? Harianhaluan.Com Paling Pas Buat Kamu

Sehingga PT Askes yang sebelumnya merupakan Perseoran Terbatas secara resmi telah berbah menjadi instansi BPJS Kesehatan seperti yang sering terlihat sekarang ini. Jaminan Kesehatan Nasional yang dicanangkan oleh BPJS atau JKN, kini juga di barengi dengan Kartu Sehat Indonesia, atau lebih dikenal sebagai KIS, hadir sebagai media untuk memastikan rakyat Indonesia mendapatkan akses kesehatan yang layak.

Peleburan Kelas oleh BPJS

Seperti yang telah ditekankan sebelumnya, terdapat peleburan kelas dalam struktur pelayanan BPJS. Sebelumnya terdapat kelas 1, 2, dan tiga untuk masing-masing anggotanya, namun jika peleburan tersebut memang benar akan ditetapkan. Maka hanya ada satu kelas tanpa jenjang yang akan digunakan oleh anggota yang terdaftar.

Penetapan wacana tersebut telah direncanakan di tahun 2020, namun pelaksanaannya kemungkinan akan dilakukan secara menyelurh pada tahun 2022. Peleburan ini nantinya akan menghapuskan jenjang perawatan yang sebelumnya memang ada. Hal ini diubah dengan sistem kelas standar yang ditentukan berdasarkan kebutuhan dasar kesehatan.

Dalam informasi kabar terupdate, Menteri Kesehatan Indonesia memberikan pendapat bahwa draft untuk penyesuaian kebutuhan dasar telah dibentuk. Draft tersebut juga berlandaskan dengan naskah akdemik, sehingga diharapkan tidak akan merugikan salah satu pihak. Peleburan kelas juga membuat pembayaran iuran bisa ditetapkan dengan lebih merata kepada masyarakat.

Akan tetapi, banyak pendapat yang menyatakan bahwa instansi BPJS Kesehatan dinilai belum siap dengan peleburan kelas tersebut. Hal ini disebabkan pelayanan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS masih banyak yang belum mumpuni, begitu pula dengan ruang perawatan dan fasilitas kesehatan yang tidak bisa mengakomodir anggota BPJS jika terjadi penumpukan.

Sistem BPJS

BPJS yang sebelumnya menerapkan sistem gotong royong juga dirasa tidak siap dengan perubahan tersebut. Pasalnya, ketika peleburan kelas dilakukan anggota akan membayar biaya yang sama untuk perawatan. Namun jika ingin fasilitasnya lebih baik harus menambah biaya tambahan secara mandiri. Adanya pandemi yang berkepanjangan juga membuat porsi fasilitas kesehatan digunakan untuk penderita Covid-19 dan mengurangi porsi untuk penderita penyakit umum.

READ  Dijamin Berhasil, Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Melalui Cara Ini!

Update berita hari ini mengungkapkan bahwa wacana peleburan kelas tersebut bertujuan untuk menghilangkan perbedan paket manfaat perawatan kesehatan. Baik medis maupun non medis. Penetapan kelas standar pun akan dipertimbangkan terlebih dahulu dengan opsi dan simulasi yang tersedia. dengan begitu aspek mutu dan kemampuan pembayaran anggota tetap akan terjaga.

Kenaikan Biaya Iuran BPJS Kesehatan

Kabar Terbaru Kenaikan Biaya BPJS sejak akhir tahun 2019, dan secara resmi telah dipastikan akan naik per 1 juli 2020. Masing-masing kelas mendapatkan kenaikannya sendiri-sendiri dan disesuaikan dengan jenis pelayanan yang diberikan. Keputusan tersebut di dasarkan pada Peraturan Presiden nomor 64 tahun 2020, yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi akhir Juni lalu.

Meskipun secara aturan telah resmi naik, akan tetapi hal tersebut tidak akan membebani anggota BPJS. M. Iqbal, selaku Humas BPJS mengatakan bahwa anggota BPJS akan tetap membayar sesuai dengan ketetapan awal, dengan bantuan APBN untuk mengatasi selisih pembayaran. Kemudian pada Januari 2021, semua anggota BPJS akan membayar sesuai dengan Perpres tersebut, karena subsidi telah ditarik.

Kabar Terkini BPJS

Akan tetapi, menurut kabar berita terkini anggota BPJS masih akan tetap mendapatkan subsidi dari pemerintah, asalkan pihak kabupaten maupun daerah tetap melanjutkan subsidi yang sebelumnya telah ditetapkan. Namun, jika sudah ditarik, maka anggota harus mebayar sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Dalam Perpres No. 64 tahun 2020 tersebut. Maka kenaikan dan pembayaran iuran anggota BPJS Kesehatan lebih lengkap bisa Anda lihat dalam poin-poin berikut pada peserta mandiri:

  1. Kelas 3, biaya iuran akan naik sebanyak 37, 25 persen, dari yang sebelumnya hanya 25.500 menjadi 35 ribu rupiah per bulannya, dan di peruntukkan untuk tiap individu.
  2. Kelas 2 akan naik sebesar 96,07 persen dari jumlah total biaya iuran sebelumnya, yakni dari 51 ribu per orang menjadi 100 ribu rupiah tiap orang, yang akan dibayarkan perbulannya.
  3. Kelas 1 akan mendapatkan kenaikan sebesar 87,5 persen, yang semula hanya 80 ribu rupiah per bulan, menjadi 150 ribu rupiah untuk tiap orangnya.
READ  Kabar Berita Terkini BPJS Naik Per 1 Juli 2020, Begini Penjelasannya

Terdapat tambahan dalam peraturan kenaikan biay BPJS tersebut berdasarkan kabar berita hari ini. yakni diperbolehkannya pemerintah maupun pihak lain untuk membayarkan iuran anggota baik sebagaian maupun keseluruhannya. Dengan begitu, jika pemerintah daerah memang berniat untuk tetap memberikan subsidi, maka dilegalkan oleh negara.

Akan tetapi, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk peserta kelas 3 PBPU serta BP BPJS Kesehatan, dan tidak bisa digunakan oleh semua anggota. Akan tetapi dengan wacana peleburan kelas, kemungkinan biaya iuran BPJS juga akan berubah ke depannya.

Penutup

Demikianlah kabar terbaru mengenai BPJS Kesehatan yang belakangan banyak diperbincangkan. Jika ingin mendapatkan informasi lebih terkait perubahan kebijakan instansi. Anda bisa menghubungi customer service BPJS atau mengakses situs resmi yang mereka miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *